Garansi Mutu Pelayanan kepada Pelanggan

 

SAMARINDA – Sebanyak 16 pegawai PDAM Tirta Kencana Samarinda mengikuti pendidikan, pelatihan (diklat), dan sosialisasi SNI ISO/IEC 17025/2008 akreditasi laboratorium. Kegiatan garapan Balai Riset dan Standardisasi Industri (Baristand) Kaltim itu berlangsung selama dua hari, yakni 30–31 Mei, di Gedung Pelatihan Center Perumahan PDAM, Jalan Cendana.

 

Peserta diklat terdiri dari  Kepala bagian Produksi, Kepala Seksi Laboratorium Induk, dan seluruh pelaksana laboratorium induk. "Sebanyak 16 peserta itu didampingi 3 instruktur dari Baristand," kata Ketua Tim Pendamping Baristand Kaltim Mutawakil, didampingi anggota Ratnauli dan Ageng P.

 

Diterangkan, tujuan diklat dan sosialisasi standardisasi tersebut untuk menuju ISO, salah satu persyaratan mengikuti pendidikan sistem manajemen mutu, sesuai SNI/ISO/IEC 17025/2008. Selain itu, sarana dan peralatan harus dikalibrasi. Stok bahan kimia tidak boleh terputus atau kosong. Harus melakukan uji banding atau uji profisiensi. Ruang laboratorium harus memenuhi standar, seperti suhu harus terjaga. Kemudian form harus lengkap sesuai standar. Baca dulu : cara cek ram samsung, kemudian cara cek ram android yang menjurus ke cara cek ram laptop.

 

"Harus terpenuhi standar, baik sarana dan prasarana laboratorium. Termasuk SDM pelaksana harus terdidik dan terlatih. Salah satunya ikut diklat ini," terang Mutawakil.

 

Sementara itu, Dirut PDAM Tirta Kencana Samarinda Alimudin ST mengaku sangat bangga, sekaligus mengapresiasi kegiatan diklat dan sosialisasi akreditasi garapan Baristand Kaltim. Itu, lanjut dia, menjadi bukti komitmen PDAM sebagai pengelola air bersih untuk menjamin kualitas air bersih yang dikonsumsi masyarakat. Salah satunya dengan diuji di laboratorium. Sehingga kualitas dan kuantitas serta kejernihan air akan selalu terjaga mulai dari instalasi pengolahan air (IPA) hingga sampai ke rumah pelanggan.

 

"Diklat sangat dibutuhkan untuk mendukung operasional pelaksana dan SDM pelaksana laboratorium yang setiap saat memonitor hasil produksi air bersih. Hal itu agar di setiap IPA selalu terjaga kualitas, kuantitas, dan kejernihannya hingga ke rumah pelanggan," tutur Alimudin.

 

Baca Dulu :

Untuk tahap pertama, kali ini diutamakan standarisasi laboratorium agar memperoleh pengakuan ISO. Selanjutnya ke IPA dan gudang. "Kami utamakan laboratorium agar terakreditasi pengakuan ISO, selanjutnya IPA dan gudang," pungkas Alimudin.